Memonitor Penyakit Kronis Warga Desa dengan Program Pengelolaan Penyakit Kronis

Pengecekan tekanan darah warga desa pada kegiatan prolanis bulanan.

Terik matahari tidak menghalangi para warga lanjut usia (lansia) di Kecamatan Taraju untuk melakukan agenda rutin Program Pengelolaan Penyakit Kronis (prolanis) di Puskesmas Taraju. Pagi itu (18 – 07), Puskesmas Taraju mengadakan sebuah program berkelanjutan untuk memonitor para warga yang mempunyai penyakit hipertensi, diabetes, hingga kolesterol. Program ini merupakan bentuk kerjasama antara BPJS dan Puskesmas Taraju. “Mulanya BPJS mengajak puskesmas-puskesmas yang ada di desa untuk menjalankan program ini. Lalu dari kami menyanggupi dan bersama membangun program ini,” terang Nurul, salah satu panitia prolanis.

Program prolanis di Puskesmas Taraju telah berlangsung sejak Desember 2016. Tim panitia prolanis berjumlah 5 orang dengan 2 dokter. Hingga sekarang, peserta yang terdaftar dalam program ini berjumlah kira-kira 50 orang. Nurul mengatakan bahwa peserta tidak hanya dari Desa Taraju saja, tetapi juga dari desa-desa lainnya seperti Banyuasih, Raksasari, hingga Sirnasari.

Kegiatan yang dilaksanakan setiap minggu ke-3 ini berisikan beberapa rangkaian acara. Di awal acara, para peserta akan diperiksa tekanan darahnya terlebih dahulu. Setelah dilakukan pemeriksaan, para peserta mengikuti senam bersama yang dipimpin oleh panitia prolanis. Barulah sesudah itu, para peserta menjalani tes akhir, diantaranya cek tekanan darah, asam urat, dan gula darah.

Senam bersama yang merupakan rangkaian acara prolanis.

Salah satu peserta program prolanis, Wariyah, mengatakan bahwa kebanyakan penyakit hipertensi yang diderita warganya terjadi karena faktor usia dan pola hidup yang tidak sehat. Ibu yang juga kader posyandu ini mengaku mengalami peningkatan yang signifikan selama mengikuti program ini. “Penyakit hipertensi saya berangsur-angsur membaik setelah rutin mengikuti prolanis,” tuturnya.

Nurul mengaku sangat terbantu dengan adanya prolanis ini. Menurutnya, warga menjadi lebih nyaman untuk berkonsultasi masalah penyakit mereka karena sifat prolanis yang seperti sebuah komunitas. Ia juga berharap agar semakin banyak warga yang merasakan manfaat dari program ini. “Semoga penyakit hipertensi para peserta prolanis dapat segera membaik,” pungkasnya.

Oleh: Kenny Setya Abdiel dan Intan P. Arum

 

Facebook Comments